0




Pikirkan yang Indah-indah

...When the dog bites
when the bee stings
When I`m feeling sad,
I simply remember my favorite things
and than I don`t feel so bad! (My Favorite Things, Julie Andrews)

Menbuncah perasaan ini saat mendengar suaramu di ujung telepon sana. Nada bicaramu riang tak menampakkan kesedihan.

Ada pertanyaan Ummi yang kemudian ummi sesali, karena membuat suaramu sedikit berubah. "Apakah masih suka merasa sedih?"
"Ya, tapi sudah tidak seperti di awal-awal," katamu.

Anakku sayang, untuk sama-sama menghibur hati Ummi ingin ceritakan ebuah pengalaman manis bersamamu. Saat itu engkau akan dikhitan, dan tampak ketakutan saat melihat peralatan medis yang tersedia. Entah terinspirasi lagu yang pernah kita dengar "My Favorite Things", saat itu sambil menggenggam tangamu, ummi berkata "Bayangkan yang indah-indah, yang kita sukai, Nak! Pasti perasaan kita akan lebih baik!" kata ummi meyakinkan.

Kau bilang, "Aku akan membayangkan sedang menyalam di laut luas bersama hiu baik dan ikan pari!" Dan engkaupun tenang lalu tersenyum, hingga jarum anastesi menyentuh kulitmu.

Setelah proses khitan berlalu, engkau berkata, "Benar Mi, membayangkan sesuatu yang menyenangkan membuat rasa takut dan sakit jadi tak terlalu terasa!"

Waktupun merambat, saat itu ummi sedang menunggu Abi pulang dari masjid untuk pergi ke RS karena rasanya sebentar lagi adik bontotmu akan lahir. Rasa mulas yang hebat membuat ummmi mengerangan kesakitan.

Tiba-tiba engkau mendekatkan mulut ke telinga ummi lalu berbisik, "Ummi pikirkan yang indah-indah ya!" Suaramu begitu lembut namun penuh keyakinan.

Subhanallah kata-katamu membuat hati dan mulut ummi tersenyum. Ummi tak lagi cemas kalau seandainya tidak sempat ke RS sesuai rencana. Tips darimu sangat ampuh, rasa pasrah yang tinggi pada Allah serta perasaan nyaman yang menjalari hati membuat proses persalinan begitu cepat. (Kau belum tahu, saat itu ummi merasa tengah berada di padang bunga tulip yang luas:) Kau pasti masih inggat ummi melahirkan sendiri tanpa bantuan dokter ataupun bidan,di lantai ruang tengah dengan sangat lancar tanpa rasa sakit yang berarti.

Peristiwa itu membuat ummi merasa takjub, betapa engkau masih mengingat kata-kata yang pernah ummi sampaikan beberapa tahun sebelumnya. Dan engkau kembali mengungkapkannya pada ummui pada saat yang tepat.

Hal itu membuat ummi menyadari bahwa engkau selaku anak sesungguhnya adalah `cermin sempurna` yang memantulkan apapun perkataan maupun sikap ummi juga abi.

Mestinya kesadaran seperti ini yang mengemuka ketika di masa lalu ummi melihat perilakumu yang menurut ummi tak tepat. Sehingga bukan mengkritik atau menyalahkanmu, namun mempertanyakan pada diri ummi sendiri, "Apa yang sudah aku lakukan dan katakan padamu, hingga kau bersikap seperti itu."

Anakku...
Tidak seperti di lagu Julie Andrews, di asrama tentu tak akan ada
anjing yang akan menggigitmu, atau lebah yang menyengatmu. Namun meski masuk boarding school adalah pilihanmu, seperti yang engkau katakan, sesekali kau masih merasakan kesedihan. Ummi bisa memahaminya.

Jika saat kau dikhitan kelas satu SD ummi mengajakmu untuk membayangkan hal-hal yang menyenangkan, maka cukup dengan berimajinasi menyelam di antara terumbu karang dan ikan warna-warni dapat membuat perasaanmu membaik. Kini saat engkau sudah berusia 12 tahun dan mungkin sebentar lagi memasuki masa baligh, tentu sudah seharusnya berubah.

Ada ayat Al Quran yang selalu menjadi obat saat ummi dilanda`kegalauan` Ayat tersebut berbunyi “Yaitu, orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.” ( Ar-Ra’d : 28).

Ya, `hanya` dengan mengingat Allah lah yang sesungguhnya akan membuat hatimu merasakan ketenangan hakiki, anakku...
Menyadari bahwa kita hambaNya dan DIA Allah yang maha mencintai makhluknya, yang senantiasa menginginkan yang terbaik untuk ciptaan terbaiknya. Bukankah Ia yang mendetakkan jantungmu tanpa kaum minta, bukankah Ia yang memutarkan bumi tanpa kau rasakan, yang menghiasai permukaan bumi dan bawah laut dengan makhluk yang beraneka rupa dan warna, hingga engkau sering merasakan ketakjuban luar biasa.

Selamat berjuang anakku... episode airmata ini sungguh tak kan lama. Setelah beberapa waktu, kita semua akan terbiasa.

Salam penuh cinta,

Dikirim pada 22 Januari 2013 di Uncategories


dan ini pun akan berlalu,....

Ada seorang raja yg terkenal dgn kebijaksanaannya...
Dan pada suatu hari, sang raja meminta kpd tukang emasnya yg sudah tua renta utk menuliskan sesuatu di dlm cincinnya.
Raja berpesan, “Tuliskanlah sesuatu yg bisa kamu simpulkan dari seluruh pengalaman & perjalanan hidupmu, spy itupun bisa menjadi pelajaran utk hidup saya”.

Berbulan-bulan si tukang emas yg tua itu membuat cincinnya, lalu lebih sulitnya menuliskan apa yg penting di cincin emas yg kecil itu. Akhirnya setelah berdoa & berpuasa, si tukang emas itupun menyerahkan cincinnya pd sang raja. Dan dgn tersenyum, sang raja membaca tulisan kecil di cincin itu. Bunyinya,

“THESE TOO, WILL PASS”
(“DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU”).
Awalnya sang raja tdk terlalu paham dgn apa yg tertulis di sana. Tapi, suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan kerajaan yg pelik, akhirnya ia membaca tulisan di cincin itu & ia pun menjadi lebih tenang, “Dan inipun akan berlalu.”. Dan tatkala ia sedang ber-senang2, ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu, lantas ia menjadi rendah hati kembali.
Betul!. Ketika Anda lagi punya masalah besar ataupun sedang lagi kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat itu, “Dan inipun akan berlalu.”
Kalimat ini, kalau direnungkan dgn bijak akan mengantarkan diri kita pada keseimbangan hidup. Tdk ada satupun yg langgeng. Jadi, ketika Anda punya masalah, tidaklah perlu terlalu bersedih. Tapi, tatkala Anda lagi senang, bersyukurlah dan nikmati selagi anda bisa .....
Ingatlah….semuanya akan berlalu....
salam juang 165
by andi asyil


Dikirim pada 05 Desember 2012 di Uncategories


*Dilarang bawa apapun ketika mati

Ada sebuah taman bermain yang indah. Penuh dengan tumpukan cokelat lezat, minuman bergizi nan nikmat, juga tentu saja mainan2 keren yang bisa digunakan, diambil semaunya. Gratis. Semua anak2 suka bermain di sini. Karena terkenalnya taman bermain ini, maka tidak semua anak boleh masuk sekaligus, harus diantri satu rombongan demi satu rombongan. Panjang mengular antriannya.

Peraturan taman ini simpel, silahkan makan dan minum sepuasnya, silahkan bermain sepuasnya, gunakan apa saja yg ada di taman. Tapi saat jam bermain habis, yaitu tiga jam, maka anak2 harus keluar dari taman. Meninggalkan apapun, tidak ada yang boleh dibawa pulang. Simpel sekali bukan?

Nah, katakanlah pada rombongan hari itu, ada anak, bernama Agus, masuk bersama belasan anak lainnya. Senang bukan kepalang Agus bisa masuk taman. Dia sudah mengantri berhari-hari. Maka, saat pintu taman dibuka, dia puas2in minum, makan, dia puas2in bermain, bahkan dia mengumpulkan semua jenis makanan, semua jenis minuman, dia tumpuk bersama mainan yg dia inginkan, hingga lupa bermain dan bercengkerama dengan anak2 lain. Tiga jam berlalu, sudah banyak sekali benda yg dikumpulkan Agus, tertawa senanglah dia, tidak peduli kalau dia adalah anak satu2nya yang tidak mengenal anak lain, saling bermain. Teng tong! Waktu bermain habis. Agus dan teman-temannya harus keluar. Apa yang terjadi? Agus menangis kencang, petugas melarangnya membawa keluar apa yang telah dia kumpulkan. Agus merengek, marah2, protes, tapi peraturan adalah peraturan. Duhai, sia-sia sudah apa yg telah dia lakukan, tidak ada satupun makanan dan minuman lezat yg bisa dia bawa, juga tidak mainan2 yg keren.

My dear anggota page, begitulah dunia ini. Sama persis.

Apakah kita adalah Agus, anak kecil yang terlalu sibuk mengumpulkan harta benda? Hingga lupa esensi kehidupan? Apakah kita seperti Agus, yang tidak puas-puasnya menumpuk keinginan? Hingga lupa sebuah peraturan kecil: "dilarang bawa apapun ketika mati".

Pikirkan dan renungkan sambil tersenyum lega

by darwis tere

Dikirim pada 31 Oktober 2012 di Uncategories


SYUKUR DAN SABAR

Mana lebih dulu yg lebih membahagiakan ? sabar lalu syukur ? atau syukur lalu sabar ? Serupa tapi tak sama.

Orang yang selalu mendahulukan bersyukur maka hatinya akan dilimpahi kebahagian atas apa saja yang Allah berikan, sekecil apapun rezeki yg dia terima, dan ketika diuji dia akan lebih mampu bersabar, bahkan mampu mensyukuri atas hikmah di balik ujian yg dia hadapi.

Di dalam 365 harinya, maka 353 hari penuh kesyukuran dan 12 hari penuh kesyukuran.

Orang yang sabar tapi jarang bersykur, maka hidupnya akan selalu merasa sempit, setiap hari selalu mengelus dada seraya berkata : " sabaaaar....sabaaar....sabaaar ". Dia terus menunggu rezeki nomplok barulah dia mau bersyukur, dan barulah dia mau sujud syukur.
Orang seperti ini 353 hari nya diisi "kesabaran " dan hanya 12 hari kesyukuran, yaitu setiap tanggal terima gaji bulanan.

Orang seperti ini tidak lagi menghargai pekerjaannya sebagai ibadah meskipun dia bekerja di ESQ 165. Dia hanya menghargai penghasilan semata, dan selalu melihat ke atas sebagai pembanding. Baginya hidup hanya diukur dgn berapa penghasilan yang dia terima...

Apabila dia memiliki tugas dan pekerjaan yg banyak maka dia mengeluh dan ingin istirahat, sebaliknya kalau dia sudah istirahat panjang di rumah maka dia mengeluh ingin bekerja. Hidupnya tidak tenang karena tidak mensyukuri pekerjaan yg dia miliki.

Rasulullah berpesan, " Saudaraku : Dalam hal duniawi, perhatikan orang yang ada dibawahmu dan jangan kamu memperhatikan orang yang ada diatasmu, karena yang demikian itu lebih pantas, agar kamu semua tidak menganggap remeh nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepadamu "
(HR. Bukhari Muslim)

Kita termasuk golongan yang mana ?

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari ( nikmat Ku ) maka sesungguhnya azab Ku sangat pedih.
( QS Ibrahim : ayat 7 )

salam 165

Dikirim pada 22 Oktober 2012 di Uncategories
16 Mei


Yuk... Jadikan Menara 165 Sebagai Profile Picture
Selasa, 15 Mei 2012 16:16:51 WIB
Pengumuman
ESQ News
Menara 165 telah berdiri megah dan tulisan Allah terpancang di puncaknya, menjadi simbol bahwa kita akan meninggikan Sang Pencipta di atas segalanya. Sesungguhnya krisis yang menimpa bangsa ini disebabkan karena "Ketuhanan Yang Maha Esa" tidak menjadi yang pertama dan utama, sebagaimana dirumuskan dalam falsafah Negara Indonesia.
Adalah tugas kita bersama untuk mengenalkan ke seluruh dunia tentang keberadaan Menara 165, salah satu caranya adalah melalui social media.
Karena itu pada tanggal 16-17 Mei 2012 mari bersama-sama mencanangkan "Menara 165 Day" dengan memasang gambar Menara 165 di picture profile masing-masing di:
Blackberry Messenger
Facebook
Twitter
Yahoo Messenger
Website atau blog
Adapun profile picturenya bisa dipilih dan diunduh di bawah ini:


Untuk banner header di Facebook Timeline (Kronologi):





(Petunjuk untuk mengunduh gambar: PC: Klik kanan --> Save Image As (Firefox).
Tambahkan keterangan pada foto dengan kalimat: "Tulisan Allah di puncak Menara 165, gedung 25 lantai di Jl. TB Simatupang Jakarta Selatan".

Dikirim pada 16 Mei 2012 di Uncategories



Yang tinggal di gunung merindukan pantai.
Yang tinggal di pantai merindukan gunung.
Di musim kemarau merindukan musim hujan.
Di musim hujan merindukan musim kemarau.
Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.

Diam di rumah merindukan bepergian.
Setelah bepergian merindukan rumah.
Ketika masih jadi karyawan ingin jadi direktur
Begitu jadi direktur ingin jadi karyawan, biar gak pusing..
Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan.
Saat belum menikah pengen cepat menikah dan punya keluarga sendiri..
Begitu sudah menikah malah merasa jenuh dan berpikir tentang perceraian..
Ingin istri cantik/suami cakep..
setelah mendapatkannya malah merasa ingin yang biasa-biasa saja.. dan bahkan berselingkuh..
Punya anak satu mendambakan banyak anak.
Setelah punya banyak anak mendambakan satu anak saja.
Kita tidak pernah bahagia, sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.
Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada,
namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki tanpa rasa syukur?
Semoga kita menjadi pribadi yang selalu bersyukur.. yang senantiasa bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki.
Bagaimana mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini?
Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit.
Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutuplah bumi!
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana.
Bumi ini pun akan tampak buruk.
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun kecil. Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/negatif..!
Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua..
Syukuri apa yang ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yang tulus hatinya.

(Sumber: akupastibisa.com)
salam 165

Dikirim pada 25 April 2012 di Uncategories


Bismillaahirrahmaanirahiim...
Berbahagialah orang-orang yang membaca catatan ini, karena sedikit orang yang mengetahui apa yang dikatakan tanah kepada manusia. Mereka (tanah) berbicara 5 kali dalam sehari, akan tetapi kita manusia tidak bisa mendengarnya. Kalaupun kita bisa mendengarnya, pastilah kita akan menjadi orang yang sangat berhati-hati dan semua manusia akan menjadi orang yang sholeh.
Dalam sebuah pengajian mingguan seorang ustad memaparkan tentang 5 pesan tanah kepada kita semua, marilah kita baca dan renungkan satu persatu:
Silakan kalian manusia berjalan di punggungku, tapi ingat nanti kalian pasti akan masuk ke perutku.
Silakan kalian makan apapun yang kalian suka, tapi ingat nanti kalian akan dimakan oleh belatung di dalam perutku.
Silakan kalian tertawa di punggungku, tapi ingat nanti kalian akan menangis di dalam perutku.
Silakan kalian berbahagia di punggungku, tapi ingat nanti kalian akan sedih ketika didalam perutku
Silakan kalian berbuat dosa sesuka kalian di punggungku, tapi ingat nanti kalian akan disiksa ketika di dalam perutku.
Hati saya pun langsung bergetar ketika mendengar pemaparan ini, tidak terpikir sedikitpun oleh saya akan hal tersebut. Subhanallah.. Semoga kita masih diberi kesempatan untuk mentafakuri alam ini. Dan.. semoga pesan yang disampailkan tanah kepada kita bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua khususnya saya. Amin...
Semoga bermanfaat.
by david ahmad kadafi
salam 165

Dikirim pada 19 Maret 2012 di Uncategories

ESQ Menerima Sertifikat MUI, Apa Kata Ulama?
Selasa, 8 Februari 2011 10:05:51 WIB

Joko Santoso
ESQ Leadership Center menerima Sertifikat Kesesuaian Syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Peresmian terbitnya sertifikat tersebut disampaikan dalam jumpa pers Senin, 7 Februari 2011 di Ruang Gibraltar Menara 165 Jl. TB Simatupang Kav 1, Cilandak Timur, Jakarta Selatan. Acara dihadiri sekitar 100 orang, sebagian di antaranya adalah perwakilan dari 23 media cetak dan elektronik.
Dengan adanya sertifikat tersebut maka pelatihan serta buku ESQ dinyatakan sesuai dengan syariah, dan tidak mengandung unsur menyesatkan. Sertifikat tersebut disahkan oleh KH. Ma’ruf Amin selaku Ketua MUI dan Drs.H.M.Ichwan Sam selaku Sekretaris Jenderal pada Selasa, 25 Januari 2011 di kantor MUI.
Berikut komentar para ulama dan tokoh nasional:
KH. Amidhan, Ketua MUI:
Bagaimana pun ESQ sudah berkembang sedemikian rupa dan alumninya sudah lebih dari satu juta orang. Atas dasar tersebut ada fatwa (menyimpang) dari satu Mufti Negara bagian yaitu Kuala Lumpur yang menjalar hingga Indonesia. Sertifikat itu sendiri merupakan fatwa tertulis dari MUI, dengan itu isu ESQ menyimpang kita anggap telah selesai.
Drs. HM Ichwan Sam, Sekjen MUI:
ESQ bukan aliran atau paham keagamaan, tetapi merupakan lembaga pelatihan yang mengangkat ajaran Islam untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar berakhlak mulia.
Tidak ada yang salah dari ESQ LC, yang salah adalah pemahaman karena terjadinya proses komunikasi yang tidak tepat. Hal-hal yang demikian inilah yang kemudian kami pahami sebagai sesuatu yang harus diberikan dampingan dengan cara-cara yang benar.
ESQ telah menyebarkan ‘virusnya’ ke berbagai penjuru, termasuk ke dalam MUI. Virus itu alhamdulillah mendatangkan kebaikan, virus yang telah memberikan semangat hidup untuk peduli kepada manajemen yang baik dengan disinari oleh bimbingan dan tuntunan oleh Allah SWT.
MUI sangat bangga dan ingin terus mendampingi agar kelak dikemudian hari ESQ bisa memberikan jejak-jejak pengabdiannya secara lebih luas dan banyak lagi. Kami berharap ke depan tidak lagi disalah pahami oleh masyarakat baik di dalam negeri maupun di luar negeri dan kita berharap silahturahmi ini bisa menjadi sebuah upaya yang baik. Mudah-mudahan pertemuan ini bisa menjadi pertemuan yang diberkati dan perpisahan ini menjadi perpisahan yang menumbuhkan persahabatan silahturahmi yang lebih baik.
Prof. Utang Ranuwiharja, Ketua Komisi Kajian MUI:
Ini saya sebut dengan lahirnya kembali ESQ. Dulu ESQ tanpa sertifikasi, sekarang ESQ sudah dengan sertifikasi. Mudah-mudahan dengan ini jauh lebih maju, lebih berkarakter, dan bisa membangun karakter bangsa bukan hanya untuk Indonesia tapi juga dunia.
Sugiharto, Ketua Presidium ICMI:
Saya bersyukur akhirnya ESQ sudah sesuai dengan syariah. Hal ini menepis keragu-raguan banyak pihak tentang program-program ESQ selama ini. Selaku Ketua Dewan Kehormatan Forum Komunikasi Alumni, saya melihat ini sebuah tanda dari Allah bahwa perjalanan kita ke depan optimis akan selalu dikawal oleh Allah.
Dengan adanya ini mudah-mudahan pertumbuhannya akan lebih fenomenal baik kuantitas, kualitas, maupun kurikulumnya ke depan bisa lebih menyentuh lagi.
Prof. Dr. Ing Ilham Habibie, Ketua Presidium ICMI:
Saya mengucapkan selamat atas terbitnya sertifikat kesesuaian syariah kepada ESQ yang selama ini sebagai sebuah provider pelatihan character building. Saya hadir di sini karena concern dan mendukung ESQ. Dengan satu juta alumni ESQ cukup signifikan dan dampaknya akan cukup besar. Semoga kedepan terus bisa berkembang dan terus memperjuangkan pembangunan moral dan karakter bangsa.
Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, Dewan Penasihat Syariah ESQ:
Sudah begitu gamblang, karena ini hasil penelitian pengkajian mendalam dari berbagai aspek argumentasi syariah dilihat dari Al Quran dan Hadis. Penjelasan ini dapat lebih meyakinkan, apa yang dilakukan ESQ sesuatu yang sangat penting, berharga dan memiliki tujuan mulia. Dengan demikian ESQ perlu mendapat dukungan dari kita semua. Klarifikasi ini tidak emosional tapi sangat rasional.
AM Fatwa, Wakil Ketua Dewan Kehormatan FKA ESQ:
Dengan dikeluarkannya sertifikat ini telah mengakhiri secara tuntas prasangka yang tidak proporsional khususnya dari saudara-saudara kita di Malaysia. Saya kira ulama-ulama di Indonesia sangat luas dan dalam mencermati hal tersebut.
Saya pernah ikut serta di MUI dalam bidang Ukhuwah Islamiyah, sejak terbentuknya Majelis Ulama Indonesia, dan saya salah seorang pendiri MUI DKI Jakarta. Sampai sekarang saya masih menjadi dewan penasihat MUI DKI dan juga wakil ketua dewan kehormatan ESQ.
Setelah ada pertemuan formal dan pembahasan di Majelis Fatwa, sebenarnya Majelis Ulama telah mencermati ESQ. Karena sebagian tokoh dari MUI telah mengikuti pelatihan ESQ termasuk saya. Sertifikat ini telah menuntuskan hal yang tidak semestinya dan sudah proporsional.
Datuk Hasbullah, Anggota Panel Syariah ESQ Malaysia, Mantan Mufti Kedah, Malaysia:
Kajian oleh MUI telah selesai, oleh karena itu kami berpuas hati dengan dikeluarkannya sertifikat itu. Saya datang dari Malaysia untuk menyaksikan sendiri agar mendapatkan kabar yang jelas. Sebagai dewan syariah ESQ di Malaysia saya akan berusaha meyakinkan kembali para pihak muslim dan muslimat di Malaysia apa yang dilakukan ESQ tidak ada yang merusak akidah.
Apa yang saya rasakan selama mengikuti ESQ berpuluh-puluh kali, menurut saya ESQ tidak ada hal yang dapat merusak akidah atau syariah. Bahkan ESQ menambah keyakinan dan kekuatan untuk kembali pada ajaran Islam serta membantu orang-orang yang tidak memahami Islam.
Sebenarnya hanya satu Mufti dari 14 Mufti yang ada di Malaysia. Apalagi Mufti itu tidak pernah mengikuti dan menghadari pelatihan ESQ. Mufti tersebut juga tidak memberikan peluang kepada ESQ untuk berdialog dan berbincang.
Dari puluhan ribu orang yang telah mengikuti ESQ tidak ada yang menyatakan keluar dari akidah, bahkan sebagian Mufti juga telah mengikuti training ESQ ini. Menurut panel syariah, dalam kondisi saat ini ESQ satu-satunya training yang dapat mengembalikan kita untuk kembali beribadah kepada Allah, khususnya untuk para pemuda di Malaysia.•
salam 165

Dikirim pada 09 Februari 2011 di Uncategories


Ranting Terbaik

Dalam sebuah kegiatan petualangan hutan, seorang instruktur Pencinta Alam memerintahkan kepada anggotanya untuk masuk ke hutan dan mencari ranting terbaik. Syaratnya ranting tidak boleh dipatahkan dari pohon tetapi harus yang sudah jatuh ke tanah. Syarat kedua, jika mereka sudah memegang satu ranting maka itu adalah pilihannya tidak boleh diganti. Syarat ketiga, setelah pluit tanda lomba berakhir ditiup maka semua harus diam dan tidak melakukan aktivitas. Pluit bisa ditiup kapan saja tergantung instruktur.

Tentu saja semua ingin mendapat hadiah yang menarik tersebut.Setelah waktu di mulai masuklah seluruh anggota pencinta alam ke dalam hutan.
Awalnya semua bersemangat untuk menemukan ranting yang terbaik. Akan tetapi, setiap kali mereka menemukan ranting yang terbaik, mereka tidak berani memegang karena takut ada lagi ranting lain yang lebih baik. Apalagi persaingan sangat ketat dan semua ingin menemukan ranting terbaik dibanding pesaingnya. Setiap kali mereka menemukan ranting yang lebih baik, mereka selalu melihat ranting lain yang lebih baik. Maka mereka bergerak dan bergerak mencari lagi ranting lain yang mungkin lebih baik.
Di hutan itu banyak sekali ranting yang sudah berjatuhan di tanah, sehingga agak sulit menemukan ranting yang terbaik.
Setelah sekian lama, setiap anggota sudah punya banyak pilihan alternatif ranting terbaik, tapi belum berani memegang karena takut ada yang lebih baik lagi. Mereka sibuk mengingat di mana saja alternatif ranting yang akan mereka pilih.
Sebagai hadiah, yang mendapatkan ranting terbaik akan mendapat perjalanan petualangan ke Alpen secara gratis bersama pendaki profesional dari seluruh dunia.

Tiba-tiba…prrriiiittttt.
Tanda lomba sudah berakhir.
Sebagaimana perjanjian, semua harus diam.
Lalu instruktur melihat satu persatu anggota yang mengikuti lomba.

Diperhatikannya satu persatu untuk membandingkan ranting siapa yang lebih baik dari yang lainnya.Ternyata, tidak ada satupun dari anggota yang memegang ranting. Semua terlalu sibuk mencari yang lebih baik, dan lebih baik lagi sampai akhirnya ketika waktu berakhir mereka belum memutuskan ranting yang mana.Tahukah siapa mereka?
Mereka mewakili sebagian besar kita.
Kadang kala karena terlalu berharap akan peluang besar kita mengabaikan banyak peluang yang ada di depan kita.

Ada sarjana yang melamar kerja di mana-mana, menanti pekerjaaan yang terbaik yang sesuai dengan bidang studinya.
Tapi tanpa sadar ia sudah menganggur selama puluhan tahun.
Padahal banyak peluang di depan mata yang dilewatkannya.
Lagipula sambil menunggu peluang terbaik, kita bisa saja mencoba peluang-peluang lain.
Ada juga jomblo yang menunggu calon terbaik, tanpa sadar menjomblo sampai bertahun-tahun. Kadang ada yang menjomblo karena terlalu banyak calon sampai tidak tahu lagi mana yang terbaik, kadang karena yang muncul tidak sesuai dengan kriteria. Saya berdoa semoga segera mendapatkan yang terbaik untuk mereka.
Ada juga yang menunggu peluang bisnis. Begitu lama menunggu sampai mengabaikan banyak peluang yang lewat di depan mata.
Masalahnya kita tidak tahu kapan pluit masa akhir hidup kita akan ditiup.

Ajal bisa menjemput kapan saja, apakah kita memilih untuk segera beraksi dan berbuat dengan apa yang ada, sambil menunggu kesempatan yang ideal, atau hanya menunggu dan menunggu peluang yang dianggap terbaik, sambil bertaruh dan berpacu waktu dengan berama lama kita masih punya jatah hidup di dunia ini.Itu semua pilihan Anda!
No Excuse, karena peluang selalu ada!

By : Muhammad Idi Kurnianto pada 17 Januari 2011 jam 4:27

Dikirim pada 08 Februari 2011 di Uncategories


Jangan bersedih dan berputus asa
by inotcom in Inspirasi islami
Tag:Jangan bersedih dan berputus asa
1
Jangan bersedih dan berputus asa – Setiap individu baik remaja, dewasa atau orang tua, sudah semestinya pernah menghadapi masalah dalam hidup. Kata orang hidup tanpa masalah bukan hidup namanya. Berlegar dari masalah yang paling besar hinggalah masalah yang paling kecil, semuanya tetap dinamakan masalah. Cuma masalah yang dihadapi oleh seseorang itu berbeda. Bagaimana cara untuk mengatasinya juga adalah juga satu masalah. Namun hakikatnya setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Biasanya sebelum masalah itu selesai kita akan berasa sangat tertekan, hampir putus asa kerana tidak tahan menghadapinya.
Antara masalah yang wujud di persekitaran kita ialah masalah kemiskinan, kehilangan orang tersayang, masalah cinta, pertengkaran dengan ibu bapa, corot dalam peperiksaan serta beribu-ribu masalah lagi. Masalah juga boleh menyumbang kepada masalah yang lain, contohnya masalah remaja yang tidak tahan dengan leteran ibu bapanya boleh membawa remaja itu kepada masalah lepak, pergaulan bebas, dirogol, diculik dan juga mungkin dibunuh. Masalah yang kecil apabila tidak ditangani dengan baik boleh membawa kepada mudarat yang amat besar.
Setiap hari kita tidak akan terlepas dilanda dengan masalah, sekiranya bukan kita yang bermasalah, orang lain pula yang mendatangkan masalah. Oleh itu kita perlu bersedia menghadapi permasalahan tersebut dan cuba mencari kaedah untuk mengatasinya. Mari kita renung sejenak apa sebenarnya maksud setiap masalah itu, kaedah untuk mengatasinya serta panduan menghadapi masalah dengan tenang.
UJIAN IMAN
Masalah sebenarnya adalah ujian Allah kepada kita untuk mengukur sejauh mana tahap keimanan dan ketakwaan kita terhadap-Nya. Sebab sebagai manusia kita sering terlupa serta lalai dengan tanggungjawab kita sebagai hamba Allah apabila hidup kita sentiasa dilimpahi kesenangan dan kemewahan. Lebih-lebih lagi ketika usia remaja, hidup penuh dengan keseronokan dan sentiasa ingin mencoba sesuatu yang baru walaupun perkara itu jelas haram di sisi agama dan menyalahi undang-undang dunia, contohnya mengambil narkoba dan hanyut dengan maksiat, dengan adanya ujian seperti ini, ia akan kembali mengingati apakah hidup kita selama ini mengikuti peraturan atau landasan yang telah ditetapkan oleh Allah ataupun telah jauh menyimpang.
Setiap masalah, kesukaran, kesakitan dan apa jua yang menyiksa jiwa adalah merupakan ujian dari Allah untuk menguji sejauh mana iman kita. Iman perlu kepada ujian. Ini jelas sebagaimana maksud firman Allah :
“Adakah manusia itu menyangka bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta.” (Al-Ankabut: 2 – 3)
DARJAT DI SISI ALLAH
Ujian atau cobaa yang datang adalah dari Allah, sama ada ujian itu sebagai ‘kifarah’ dosa yang telah kita lakukan atau untuk mengangkat darjat kita di sisi-Nya. Allah juga tidak memberikan cobaan kepada hamba-hamba-Nya tanpa mengambil kira kesanggupannya atau keupayaan mereka untuk menghadapinya, ujian dan dugaan yang diturunkan Allah kepada hambanya adalah seiring dengan keupayaan individu itu untuk menyelesaikan masalahnya. Ini bersesuaian dengan firman Allah yang bermaksud:
“Allah tidak membebankan seseorang melainkan dengan kesanggupannya”. (Al-Baqarah: 286)
Oleh itu sekiranya kita berhadapan dengan masalah, cobalah tenangkan hati, bersabar dan tetapkan dalam pikiran bahwa kita sedang diuji oleh Allah, orang yang melepasi ujian itu adalah orang yang berjaya dan mendapat kedudukan yang mulia di sisi Allah.
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan Syurga untuk mereka.” (At-Taubah: 111)
CARA MENGATASI MASALAH
1. Sandarkan Harapan Pada Allah
Setiap ujian yang datang sebenarnya mempunyai banyak hikmah di sebaliknya. Yakinlah bahawa setiap kesusahan yang kita tempuhi pasti akan diganti dengan kesenangan. Ini bersesuaian dengan firman Allah dalam surah Al-Insyirah ayat 1-8 yang antara lain maksudnya “ …Sesungguhnya selepas kesulitan itu pasti ada kemudahan….”
“Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakal.” (At-Taubah: 129)
2. Minta Pertolongan Dari Allah
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan yang sabar dan dengan mengerjakan solat; dan sesungguhnya solat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk.” (Al-Baqarah: 45)
3. Jangan Sedih dan Kecewa
“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali-Imran:139)
Yakinlah dengan janji Allah itu dan jangan cepat putus asa dengan masalah yang dihadapi sebaliknya tingkatkan usaha dan kuatkan semangat untuk mengatasinya, lihat maksud firman Allah di bawah:
“ …dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir” (Yusuf : 12)
4. Luapkan masalah tersebut pada teman-teman yang dipercayai, walaupun dia mungkin tidak dapat membantu, tetapi sekurang-kurangnya ia dapat meringankan beban yang kamu tanggung.
5. Bandingkan masalah kita dengan masalah orang lain, mungkin masalah orang lebih besar dari masalah kita, perkara ini juga boleh membuatkan kita lebih tenang ketika menyelesaikan masalah.
PENUTUP
Ujian yang datang juga tandanya Allah sayangkan kita. Jadi ambillah masa untuk menilai diri dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dalam apa jua yang kita lakukan. Lakukanlah untuk mencari ridho Allah. Fikir dengan positif bahawa setiap dugaan datang dari Allah dan pasti ada hikmah yang tersendiri.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Dikirim pada 18 Januari 2011 di Uncategories
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

masih belajar memahami 1 iksan 6 islam 5 iman More About me

Page
Categories
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 263.852 kali


connect with ABATASA